Sejarah Internet
Riki Sriwijaya
Kemunculan Internet tidak dapat dipisahkan dari kemunculan jaringan komputer, karena sejatinya Internet adalah sebuah jaringan komputer yang sangat luas yang melingkupi seluruh dunia (World Wide). Internet telah merevolusi teknologi komputer dan komunikasi sedemikian hebatnya sehingga dunia kita tidak akan pernah kembali seperti dulu lagi. Penemuan telegraf, telepon, radio dan komputer telah meningkatkan level teknologi yang kita miliki, tetapi menggabungkan semuanya membawa kita ke level teknologi yang bahkan lebih tinggi lagi. Intenet telah menghapus batas-batas geografis, semua orang dapat saling berkomunikasi dari mana dan di mana pun mereka berada, hal ini sedikit banyak telah merubah cara orang-orang dalam berinteraksi satu sama lain.
Pengertian Internet dan TCP/IP
Internet diartikan sebagai “The global public Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) internetwork”[1]. Jadi Internet adalah gabungan dari seluruh komputer didunia yang di satukan oleh sebuah “bahasa” yang sama, adapun bahasa yang dimaksud adalah Transmission Control Protokol/Internet Protokol (TCP/IP). Sedangkan yang dimaksud dengan TCP/IP sendiri adalah satu set protokol yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar komputer [2], TCP/IP menjadi sangat populer karena apabila kita ingin terkoneksi ke Internet kita harus menggunakan protokol TCP/IP, yang dengan TCP/IP inilah kemudian komputer di seluruh dunia dapat saling berkomunikasi.
Sejarah Internet
Ide Internet ini lahir ketika J.C.R Licklider dari MIT menulis serangkaian memo yang mendiskusikan tentang idenya untuk membangun sebuah “Galactic Network” [3], ia mencita-citakan tentang jaringan komputer yang dapat saling terhubung di seluruh dunia dimana setiap orang dapat mengakses informasi maupun program dengan cepat dan mudah dimanapun mereka berada. Semangat yang ia cita-citakan sedikit banyak adalah seperti Internet saat ini. Licklider adalah kepala lembaga penelitian komputer pertama DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency), bermula pada Oktober 1962 ketika ia meyakinkan penggantinya di DARPA, Ivan Sutherland, Bob Taylor dan penelti dari MIT Lawrence G. Roberts tentang pentingya konsep jaringan ini.
Leonard Kleinrock dari MIT mempublikasikan tulisan pertamanya tentang “packet switching theory” pada bulan juli 1961 dan mempublikasikan buku tentang subjek yang sama pada 1964. Kleinrock meyakinkan Roberts (penelti dari MIT Lawrence G. Roberts) tentang pandangannya secara teoritis mengenai komunikasi dengan menggunakan konsep paket switching dari pada menggunakan konsep sirkuit switching, hal ini kemudian menjadi langkah besar dalam dunia jaringan komputer. Tapi ada satu hal lagi yang harus difikirkan, yaitu bagaimana caranya agar komputer-komputer ini dapat saling “bicara”. Untuk memecahkan masalah ini pada tahun 1965 bekerjasama dengan Thomas Merrill, Robert menghubungkan komputer TX-2 secara masal ke Q-32 di California dengan menggunakan kabel telepon berkecepatan rendah sehingga membentuk Wide Area Network yang pertama yang pernah dibuat. Hasil dari percobaan ini menyadarkan mereka bahwa komputer dapat dibuat agar bekerja secara bersama-sama sehingga dapat menjalankan program, mengolah data ketika diperlukan, bahkan melakukan keduanya secara remote (pengendalian komputer dari jarak jauh). Akan tetapi sistem sirkuit swich telepon tidak cukup baik untuk melakukan semua itu. Keyakinan Kleinrock akan kebutuhan packet switching akhirnya terbukti (lihat gambar 1 dan 2).
Gambar 1. Jaringan sirkuit switch, seluruh data dikirimkan melalui jalur (path) yang sama.
Gambar 2. Jaringan paket switch, data dikirim melalui jalur-jalur (path) yang berbeda
Di akhir tahun 1966 Roberts hijrah ke DARPA untuk mewujudkan konsepnya mengenai jaringan komputer, dan dalam waktu singkat ia menyatukan semua idenya itu dalam sebuah perancangan “ARPANET” (Advanced Research Projects Agency Network) yang kemudian di publikasikan pada tahun 1967. Dalam sebuah konfrensi dimana ia mempresentasikan tulisannya, ternyata dipresentasikan pula tulisan tentang konsep paket jaringan dari Inggris yang di tulis oleh Donald Davies dan Roger Scantlebury dari NPL, Scantlebury bercerita kepada Roberts tentang apa yang dikerjakan oleh NPL dan juga apa yang dikerjakan oleh Paul Baran dan yang lainnya di RAND. Tim RAND sudah menulis paper tentang “packet switching network for secure voice” untuk militer pada tahun 1964. Hal itu terjadi ketika pekerjaan di MIT (1961-1967), di RAND (1962-1965), dan di NPL (1964-1967) dilakukan secara parallel tanpa sepengetauan satu sama lain. Kata “paket” di adopsi dari hasil pekerjaan di NPL dan perencanaan kecepatan jalur yang diusulkan untuk digunakan di ARPANET ditingkatkan dari 2,4 kbps menjadi 50 kbps.
Pada Agustus 1968, setelah Roberts dan DARPA membiayai komunitas yang telah merancang secara teliti seluruh struktur dan spesifikasi untuk ARPANET, sebuah tender diterbitkan oleh DARPA untuk pengembangan salah satu komponen kunci dari ARPANET yaitu packet switching yang disebut dengan Interface Message Processor (IMP). Tender dimenangkan pada desember 1968 oleh sebuah tim yang dikepalai oleh Frank Heart dari BNN (Bolt Beranek and Newman). Ketika tim BBN mengerjakan IMP dimana Bob Kahn memainkan peranan yang besar secara keseluruhan dalam desain arsitektur ARPANET, topologi jaringan dan perhitungan ekonomisnya dilakukan serta dioptimalkan oleh Roberts, Howard Frank dan timnya dari Network Analysis Corporation sedangkan pengujian system dilakukan oleh tim yang dikepalai Kleinrock dari UCLA.
Dengan mempertimbangkan penelitian tentang teori packet switching dan kefokusannya dalam anasisis disain dan pengujian jaringan yang dilakukan oleh Kleinrock dimasa lalu, pusat pengujian jaringannya di UCLA dipilih untuk menjadi node pertama dari ARPANET (lihat gambar 3). Hal ini terjadi pada September 1969 ketika BNN memasang IMP pertama di UCLA dan komputer host pertamapun terkoneksi. Proyek Doug Engelbart mengenai “Augmentation of Human Intellect” di Stanford Research Institute (SRI) menjadi node kedua. Sebulan kemudian ketika SRI terkoneksi ke ARPANET, pesan host-to-host yang pertama dikirim dari labolatorium Kleinrock di UCLA ke SRI. Dua node lagi yang kemudian ikut terkoneksi adalah UC Santa Barbara dan University of Utah, dengan begitu di akhir tahun 1969 ada empat komputer host yang saling terhubung melalui ARPANET.
Gambar 3. Leonard Kleinrock dihadapan IMP1
Pada desember 1970 Network Working Group (NWG) yang dipimpin oleh S. Crocker menyelesaikan tahap awal ARPANET host-to-host protocol yang disebut dengan Network Control Protocol (NCP). Setelah situs ARPANET selesai diimplementasikan pada selang waktu antara tahun1971-1972, penguna jaringan ARPANET akhirnya dapat memulai untuk megembangkan aplikasi mereka. Pada oktober 1972 Bob Khan menyelenggarakan demonstrasi ARPANET secara besar-besaran yang dilakukan dalam sebuah konfrensi ICCC (International Computer Communication Conference) dengan sangat sukses. Ditahun yang sama pada bulan maret aplikasi e-mail diperkenalkan oleh Ray Tomlinson dari BNN, munculnya aplikasi e-mail ini didorong oleh kebutuhan para pengembang ARPANET akan sarana komunikasi dan koordinasi yang mudah.
Pada tahun 1973 DARPA memulai sebuah program penelitian untuk mencari teknik dan teknologi yang dapat menghubungkan paket jaringan yang beraneka ragam. Targetnya adalah untuk mewujudkan sebuah protokol komunikasi yang dapat memungkinkan komputer yang terhubung ke suatu jaringan untuk saling berkomunikasi secara bebas melalui jaringan-jaringan yang lain (jaringan perantara), program ini disebut sebagai “Internetting Project” dan system jaringan yang dihasilkan dari proyek ini kemudian dikenal dengan nama “Internet”, sedangkan sistem protocol yang dihasilkan dari proyek ini kemudian dikenal dengan nama protocol TCP/IP. Struktur jaringan Internet versi awal (ARPANET) dapat dilihat pada gambar 4.
Pada tahun 1986 NSF (National Science Foundation) memulai pengembangan NSFNET yang memiliki bandwith 45 Mbps, NSFNET melayani sekitar 12 miliar lalu-lintas paket data perbulan antar jaringan yang ia hubungkan. Pada saat ini NSFNET merupakan salah satu backbone yang paling besar yang terhubung ke Internet. NASA (National Aeronautics and Space Administration) dan departemen perenergian Amerika Serikat juga menyumbangkan backbone tambahan yang terhubung ke Internet dengan NSINET dan ESNET-nya.
Di Eropa backbone internasional seperti NORDUNET dan yang lainnya menyediakan lebih dari seratus ribu koneksi komputer dalam sebuah jaringan raksasa. Seiring waktu, penyedia jaringan komputer komersil di Amerika Serikat dan Eropa mulai menawarkan backbone Internet dan dukungan akses bagi pihak-pihak yang berminat.
Secara regional (Amerika dan Eropa) layanan Internet di sediakan oleh berbagai konsorsium jaringan, sedangkan secara lokal (Amerika) layanan Internet terdapat dilembaga-lembaga penelitian atau institusi pendidikan. Di Amerika Serikat banyak institusi-institusi milik pemerintah, baik pemerintah federal maupun pemerintah negara bagian yang terkoneksi ke Internet dan berperan besar dalam pengembangan jaringan Internet. Di Eropa dan beberapa tempat yang lain perkembangan Internet didukung oleh kerja sama internasional melalui lembaga-lembaga riset nasional masing-masing negara. Setelah tahun 1989 Internet mulai mengintegrasikan dukungan bagi paket protokol lain yang ingin terkoneksi ke sistem jaringannya, sehingga terbentuklah sitem antar jaringan multi protokol dengan di integrasikannya Open System Interconection (OSI) protokol kedalam arsitektur Internet. Di akhir tahun 1991 Internet telah berkembang sedemikian besar dan menghubungkan sekitar 5000 jaringan dari sekitar 36 negara yang melayani sekitar 700.000 komputer host yang digunakan oleh lebih dari empat juta orang [4]. Secara garis besar evolusi Internet dapat dilihat pada gambar 5, dan pertumbuhan jumlah host yang terhubung ke Internet dapat dilihat pada gambar 6.
Gambar 4. Peta awal jaringan Internet (ARPANET)
Gambar 5. Garis waktu Internet
Gambar 6. Pertumbuhan host yang terhubung ke Internet
Pada saat ini Internet telah menjangkau hampir seluruh tempat di dunia, ia memberikan banyak manfaat dan kemudahan bagi siapa pun yang terkoneksi dengannya melampaui batas-batas geografis yang ada.
Referensi
[1] Tulloch Mitch. Tulloch Ingrid, Microsoft Encyclopedia of Networking 2nd Edition, Microsoft Press, Washington, 2002
[2] Blank Andrew G, TCP/IP Foundations, Sybex, San Francisco, 2004
[3] Vint Cerf, A Brief History of the Internet version 3.32, www.isoc.org/internet/history/brief.shtml , 25 November 2006
[4] Vint Cerf, A Brief History of the Internet and Related Networks, www.isoc.org/internet/history/cerf.shtml, 25 November 2006
BIOGRAFI PENULIS
Riki Sriwijaya. Manusia biasa, sekarang sedang kuliah di Institut Teknologi Indonesia, serpong Banten.
Selasa, 03 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar